KATA
PENGANTAR
Segala puji
hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam
selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan
rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah
ini guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar.
Dalam penyusunan tugas atau
materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari
bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi
teratasi.
Makalah ini disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu
pandangan tentang faktor penyebab meningkatnya pengangguran di Indonesia, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber
informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang
dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada
pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Galuh. Saya sadar bahwa makalah
ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu,
kepada dosen pembimbing saya meminta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah
saya di masa yang akan datang dan mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca.
Ciamis, Juni 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Hal
KATA PENGANTAR ............................................................................................................ i
DAFTAR
ISI .......................................................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang ............................................................................................... .1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................... .2
1.3 Tujuan ............................................................................................................. 2
1.4 Manfaat .......................................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Salah satu masalah pokok yang
dihadapi bangsa dan negara Indonesia adalah masalah pengangguran. Pengangguran
yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan,
kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat.
Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi yang terus
mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini,
membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.
Pengangguran terjadi disebabkan
antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari
jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar
kerja.Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari
kerja.
Fenomena pengangguran juga berkaitan
erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja, yang disebabkan antara lain;
perusahaan yang menutup/mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau
keamanan yang kurang kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan
dalam proses ekspor impor, dan lain-lain.
1.2 Rumusan Masalah
Ada beberapa
masalah yang dapat di rumuskan dari latar belakang masalah yaitu :
a)
Apa faktor penyebab meningkatnya
pengangguran di Indonesia ?
b)
Bagaimana upaya
untuk menangulangi pengangguran ?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun
tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :
1. Untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah ISBD.
3. Untuk mengetahui faktor penyebab meningkatnya pengangguran di indonesia.
1. Untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah ISBD.
3. Untuk mengetahui faktor penyebab meningkatnya pengangguran di indonesia.
1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan
makalah ini adalah untuk menambah wawasan mengenai bagaimana tingkat
pengangguran di negara kita dan upaya untuk menanggulanginya.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pengangguran
Menurut Sukirno (2004: 28)
pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif
mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Selanjutnya International Labor Organization
(ILO) memberikan definisi pengangguran yaitu:
Pengangguran terbuka adalah seseorang
yang termasuk kelompok penduduk usia kerja yang selama periode tertentu tidak
bekerja, dan bersedia menerima pekerjaan, serta sedang mencari pekerjaan.
Setengah pengangguran terpaksa adalah
seseorang yang bekerja sebagai buruh karyawan dan pekerja mandiri (berusaha
sendiri) yang selama periode tertentu secara terpaksa bekerja kurang dari jam
kerja normal, yang masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia mencari
pekerjaan lain/tambahan (BPS, 2001: 4).
Pengangguran atau tuna karya adalah
istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja,
bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang
berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan
karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah
lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran
seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya
pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat
menyebabkan timbulnya kemiskinan dan
masalah-masalah sosial lainnya.
2.2 Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu
yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia
yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Hingga saat ini,
masalah pengangguran di Indonesia sepertinya tidak pernah terselesaikan secara
tuntas. Kondisinya diperparah dengan persoalan ekonomi yang juga tidak kunjung
selesai setelah terpuruk di akhir abad dua puluh yang lalu. Permasalahan lain,
berkaitan dengan kualitas sumber daya manausia dari para penganggur sendiri,
misalnya dari aspek tingkat pendidikan yang masih belum begitu bagus. Jika pun
penganggur berkualifikasi pendidikan tinggi, sering dihadang oleh kesempatan
kerja yang sangat terbatas. Bukan rahasia lagi, banyak mereka yang bekerja pada
posisi yang sebetulnya bisa diisi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau
menengah. Keadaan seperti ini memunculkan fenomena mismatch, yaitu angkatan kerja
yang bekerja pada posisi yang tidak sesuai dengan pendidikannya.
Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan, persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru, yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan, kemudian meramaikan pasar kerja. Dalam kondisi penganggur lama, yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani, maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.
Selain karena sulitnya lapangan pekerjaan, persoalan pengangguran dihadapkan pula pada bermunculannya para penganggur baru, yaitu orang-orang yang baru lulus mengikuti pendidikan, kemudian meramaikan pasar kerja. Dalam kondisi penganggur lama, yaitu mereka yang pernah bekerja tetapi masih mencari pekerjaan belum tertangani, maka kedatangan penganggur baru di pasar kerja turut menambah rumitnya persoalan ketenagakerjaan di Indonesia.
2.3 Macam-Macam Pengangguran
Macam-macam pengangguran terdiri
dari :
1.
Berdasarkan Jam Kerja
Berdasarkan jam kerja, pengangguran dikelompokkan
menjadi 3 macam :
a.
Pengangguran Terselubung (Disguissed
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
suatu alasan tertentu.
b.
Setengah Menganggur (Under
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini
merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
c.
Pengangguran Terbuka (Open
Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai
pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat
pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
2.
Berdasarkan penyebab terjadinya
Berdasarkan
penyebab terjadinya, pengangguran dikelompokkan menjadi 7 macam :
a.
Pengangguran Friksional.
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang
disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar
kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan
tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan
sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
Contohnya : Perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri,
untuk sementaramenganggur. Berhenti dari pekerjaan yang lama, mencari pekerjaan
yang baru yang lebih baik.
b.
Pengangguran Konjungtural.
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh
perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
Contohnya: Di suatu perusahaan ketika sedang maju butuh tenaga kerja baru untuk
perluasan usaha. Sebaliknya ketika usahanya merugi terus maka akan terjadi PHK
(Pemutusan Hubungan Kerja) atau pemecatan.
c.
Pengangguran Struktural.
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan
struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Contohnya: Suatu
daerah yang tadinya agraris (pertanian) menjadi daerah industri, maka tenaga
bidang pertanian akan menganggur.
d.
Pengangguran Musiman.
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan
ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya:
pada musim panen, para petani bekerja dengan giat, sementara sebelumnya
banyak menganggur.
e.
Pengangguran Teknologi.
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan
atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin. Contoh, sebelum ada
penggilingan padi, orang yang berprofesi sebagai penumbuk padi bekerja,
setelah ada mesin penggilingan padi maka mereka tidak bekerja lagi.
f.
Pengangguran Politis.
Pengangguran ini terjadi karena adanya peraturan pemerintah yang secara
langsungatau tidak, mengakibatkan pengangguran. Misalnya penutupan Bank – bank
bermasalahsehingga menimbulkan PHK.
g.
Pengangguran Deflatoir.
Pengangguran deflatoir ini disebabkan tidak cukup tersedianya lapangan
pekerjaandalam perekonomian secara keseluruhan, atau karena jumlah tenaga kerja
melebihikesempatan kerja, maka timbullah pengangguran.
BAB III
PEMBAHASAN MASALAH
3.1 Faktor penyebab meningkatnya pengangguran di indonesia
·
Berdasarkan
sudut pandang keilmuan bidang ekonomi bahwa pengangguran umumnya disebabkan
karena jumlah angkatan kerja
tidak sebanding dengan jumlah lapangan
pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi
masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran,
produktivitas dan pendapatan masyarakatakan berkurang
sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial
lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan
jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen.
Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi
pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.Pengangguran
yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya.
Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan
kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu
pertumbuhan dan
pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah
menurunnya GNP dan
pendapatan per kapita suatu negara.
· Berdasarkan sudut pandang keilmuan bidang
sosial bahwa angka
pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta bahkan mencapai
angka yang fantastik merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran akan
sangat berpengaruh bagi tatanan kehidupan sosial , contohnya kejahatan social pencurian, penodongan, perampokan, pelacuran, jula
beli anak, anak jalanan dan lain-lain. pengangguran telah menjadi kuman penyakit
sosial yang relatif cepat menyebar, berbahaya dan beresiko tinggi menghasilkan
korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia,
martabat dan harga diri manusia. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi
pembangunan, kebijakan-kebijakan
jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka
pengangguran dapat ditekan/dikurangi.
Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran,
maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hidup (pekerjaan).
Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran,
maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hidup (pekerjaan).
·
Berdasarkan sudut
pandang bidang keilmuan pendidikan, sungguh sangat disayangkan sekali banyak pengangguran di negeri kita ini.
Para pelajar yang belajar di berbagai jenjang pendidikan, ketika lulus dari
sekolah atau tempat dia belajar justru bukan melahirkan para pekerja atau
pengusaha, tetapi justru melahirkan para pengangguran. Bagusnya suatu sekolah
atau kuliah, ternyata bukan menjadi jaminan para pelajar tersebut akan bisa
bekerja, berketerampilan yang baik atau membuka peluang usaha.
Banyak lembaga pendidikan justru mengajarkan pelajarnya untuk menjadi buruh
atau pegawai. Sehingga kita dapatkan para pelajar mengatakan bahwa kami sedang
menganggur, ketika lulus dari sekolah atau kuliah, jika mereka tidak
mendapatkan pekerjaan. Padahal pekerjaan bukan hanya menjadi pegawai atau buruh. Pekerjaan yang
halal sangat banyak sekali. Bahkan kalau kita perhatikan di masyarakat kita,
yang bekerja sebagai pegawai hanya sebagian saja. Ada yang bekerja di bidang
pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa
dll.
Orientasi pendidikan yang salah di negara kita menjadikan para pelajar kita
tergantung dengan orang lain, tidak mau berusaha dan tidak mau berinisiatif
mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
3.2 Upaya Penanggulangan
pengangguran di Indonesia
Tingginya tingkat pengangguran dalam sebuah perekonomian
akan mengakibatkan kelesuan ekonomi dan merosotnya tingkat kesejahteraan
masyarakat sebagai akibat penurunan pendapatan masyarakat. Untuk itu perlu diupayakan
cara mengatasi pengangguran, antara lain sebagai berikut:
a.
Meningkatkan
mutu pendidikan,
b.
Meningkatkan
latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan sesuai tuntutanindustri
modern,.
c.
Meningkatkan
dan mendorong kewiraswastaan,
d.
Mendorong
terbukanya kesempatan usaha-usaha informal,
e.
Meningkatkan
pembangunan dengan sistem padat karya,
f.
Membuka
kesempatan kerja ke luar negeri
BAB IV PENUTUP
4.1 Simpulan
Pengangguran atau tuna karya adalah
istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja,
bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang
berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran terjadi disebabkan
antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari
jumlah pencari kerja.Juga kompetensi
pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.Selain itu juga kurang efektifnya
informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Setiap penganggur diupayakan
memiliki pekerjaan yang banyak bagi kemanusiaan artinya produktif dan
remuneratif sesuai Pasal 27 Ayat 2 UUD 1945 dengan partisipasi semua masyarakat
Indonesia. Lebih tegas lagi jadikan penanggulangan pengangguran menjadi
komitmen nasional.
Ketidakmerataan pendapatan karyawan,
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik juga sangat berpengaruh terhadap
ketenagakerjaan di Indonesia. Semua permasalahan hal diatas tampaknya sudah
dipahami oleh pembuat kebijakan (Decision Maker). Namun hal yang tampaknya
kurang dipahami adalah bahwa masalah ketenagakerjaan atau pengangguran bersifat
multidimensi, sehingga juga memerlukan cara pemecahan yang multidimensi pula.
4.2 Saran
Untuk mengurangi
tingkat pengangguran, maka harus ada peran pemerintah. Pemerintah harus bisa
mengeluarkan kebijakan yang bisa terciptanya lapangan pekerjaan, serta
menjalankan kebijakan yang konsisten tersebut dengan sungguh-sungguh sampai
terlihat hasil yang maksimal. Pemerintah memberikan penyuluhan, pembinaan dan
pelatihan kerja kepada masyarakat untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan
sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya masing-masing untuk mengembangkan
kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan.
Selain dari pemerintah, masyarakat juga harus ikut berpartisipasi dalam upaya
pengurangan jumlah pengangguran yang terjadi di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Umiati.
“Pengangguran”. 4 Juni 2016.
https://zenaoke.wordpress.com/2012/04/17/makalah-pengangguran/
Pratiwi,
Ratna. “Tentang Pengangguran”. 7 Juni 2016.
https://ratnapratiwii.wordpress.com/2012/04/08/makalah-tentang-pengagguran/
Nicky, Novita. “Pendidikan rendah sama dengan
pendidikan tinggi”. 20 Juni 2016. https://novitanicky01.wordpress.com/2013/05/11/pendidikan-rendah-sama-dengan-pengangguran-tinggi/
Delia, Alexa. “Ekonomi”. 20 Juni 2016. http://alexandra-aboutme.blogspot.co.id/2011/06/arti-ekonomi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar