Jumat, 12 Agustus 2016

MAKALAH TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS


KATA PENGANTAR

Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Bahasa Indonesia.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu pandangan tentang tipe kepemimpinan yang demokratis, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Galuh. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Ciamis,  Januari 2016

Penyusun
           

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR  ...........………………………………………..………………….................………......    i
DAFTAR ISI   ………………............………………………………………………………………………..…............   ii
BAB I PENDAHULUAN     ……………...........………………………………………………………...............…..   1
1.1 Latar Belakang Penulisan.....................……………………………………................…..  1
1.2 Rumusan Masalah     ……………......……...........………...........………………………………....   2
1.3 Tujuan Penulisan       .............................................................................................  2
1.4 Manfaat Penelitian     ............................................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORI    .......................…………..........………………………………………………... . 3
2.1 Pengertian Kepemimpinan    ...................................................……………………..…....   3
2.2 Jenis Kepemimpinan   ..............................................................................…………..   4
2.3 Proses untuk Menjadi Seorang Pemimpin   ...............................................…………......5
2.4 Arti Seorang Pemimpin  ...........................................................................................7
2.5 Ciri Seorang Pemimpin yang Baik  ............................................................................7
2.6 Fungsi dan Tanggung Jawab Pemimpin  ...................................................................8
BAB III HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN  ...........................................................................10
3.1 Tipe Kepemimpinan Demokratis  .............................................................................10
BAB III SIMPULAN DAN SARAN   ……….............………………………………….............………………..… . 14
4.1 Simpulan ……………………………………..…………………………………........................……...... 14
4.2 Saran  ............……………………………………………………………......................………….… 15
DAFTAR PUSTAKA  …………………………………………………..……………........................………………… 16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1               Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Manusia adalah makhluk tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah
Ada beberapa masalah yang dapat di rumuskan dari latar belakang masalah yaitu :
a)    Bagaimana tipe kepemimpinan yang demokratis ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Bahasa Indonesia
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dibuatnya makalah ini adalah :
a)    Mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan kepemimpinan.
b)   Mengetahui adanya berbagai macam tipe kepemimpinan.
c)    Mengetahui bagaimana untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya :
a)    Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
b)   Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
c)    Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.
Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
a)    Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
b)   Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
c)    Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
2.2 Jenis-Jenis Kepemimpinan
a)    Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
b)   Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
c)    Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
2.3 Proses Untuk Menjadi Seorang Pemimpin
Untuk menjadi seorang pemimpin, Anda tidak harus menjadi seorang pejabat yang terpilih, atau seorang CEO. Seorang pemimpin adalah seseorang yang selalu ingin diikuti oleh orang lain untuk mendapatkan arah dan ide yang baru. Gelar yang bergengsi bisa membuat hal itu terjadi secara sementara, tetapi seorang pemimpin yang sejati menginspirasikan kesetiaan dengan langkah-langkah di bawah ini!
a)    Percaya diri bisa dimiliki di berbagai macam situasi. Bayangkan Anda mengatakan, ”Saya tidak tahu jawabannya,” sambil melihat ke bawah, ibu jari diputar-putar, dan kaki anda menunjukkan kegelisahan. Sekarang bayangkan Anda mengatakan, “Saya tidak tahu jawabannya,” dengan kepala menghadap ke atas, bahu tegak, dan melihat ke mata orang yang sedang diajak bicara. Tidak mengetahui sesuatu adalah hal yang wajar -- tetap percaya diri walaupun Anda tidak megetahui hal tersebut! Kurangnya pengetahuan tidak ada hubungannya dengan kepercayaan diri Anda (atau kemampuan untuk memimpin).
b)   Tegas tetapi baik. Berikut ini adalah contoh dari sikap kepemimpinan yang buruk: garpu-garpu di sebuah penerbangan selalu menghilang dan tidak ada yang mengetahui penyebabnya. Setelah melalui sebuah penyelidikan, ditemukan bahwa orang yang bertugas untuk mencuci piring membuang garpu-garpu tersebut karena mereka tidak bisa membersihkannya dengan benar (yang akan menyebabkan mereka mendapat teguran).[1] Jika Anda bersikap terlalu angkuh, tim Anda akan membuang garpu-garpu Anda. manajemen yang berbeda akan menghindari hal ini. Jadilah orang yang baik dan simpan semua alat pemotong Anda.
c)    Mempunyai keahlian. Mempunyai suatu tingkat pengetahuan akan membantu Anda merasa percaya diri dan lebih terlihat sebagai seorang pemimpin. Anda bisa memimpin dengan pengetahuan yang kurang, tetapi hanya masalah waktu sebelum orang lain datang dengan pengetahuan dan karisma yang lebih dan mengambil gelar pemimpin dari Anda. Jadi bagaimanapun, siapapun yang akan Anda pimpin, mulailah belajar! Hal itu akan menjadi bermanfaat di masa yang akan datang.
d)   Menjadi pengambil keputusan. Anda sedang berada diantara teman-teman, berdebat mengenai apa yang akan dilakukan malam itu. Semua orang membuang-buang waktu mereka dengan mengeluh dan menolak ide orang lain, hingga seseorang maju dan berkata “teman-teman, kita akan melakukan hal "ini”." Orang itu naik ke atas, melihat bahwa situasinya perlu diarahkan, dan mengambil kendali. Pemimpin, pemimpin, pemimpin.
e)    Memperhatikan pengikut Anda. Walaupun mereka bukan pemimpin, bukan berarti mereka adalah orang yang bodoh. Mereka akan mengetahui apakah Anda benar-benar mempunyai welas asih dan benar-benar perhatian kepada mereka. Dan jika Anda tidak, mereka akan menyingkirkan Anda. Ingat siapa yang membantu pekerjaan Anda! Tanpa mereka Anda tidak punya orang untuk dipimpin dan bukan seorang pemimpin lagi.
f)     Percaya bahwa semua orang bisa menjadi seorang pemimpin. Sejujurnya, setiap orang mempunyai keinginan untuk dipimpin. Bayangkan kehidupan ini sebagai sebuah jalan yang gelap -- semakin banyak pemimpin, maka semakin banyak orang di depan Anda yang menerangi jalan. Mana yang Anda inginkan? Orang tidak hanya menginginkan pemimpin, tetapi mereka juga mencari pemimpin. Untuk alasan itu, maka setiap orang bisa menjadi pemimpin. Anda hanya harus mengisi kekosongan itu.

2.4 Arti Pemimpin yang Baik
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu tujuan.

2.5 Ciri Seorang Pemimpin
Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Banyak yang mencela walaupun sudah banyak upaya dilakukan. Tidak hanya orang lain, bahkan oleh anggota timnya sendiri.
Lantas, seperti apa pemimpin yang baik itu. 10 Ciri pemimpin yang baik berikut akan memberikan sedikit gambaran kepada Anda semua, bagaimana harapannya seorang pemimpin akan menjadi lebih baik.

2.6 Fungsi dan Tanggung Jawab Seorang Pemimpin
Fungsi utama seorang pemimpin menurut Davis Krench dan Richard S. Krutchfield sebagai berikut :
a)    Perencana
b)   Pelaksana
c)    penyusun kebijakan
d)   tenaga ahli
e)    wakil kelompok luar
f)     pengawas dan pengendali pertalian-pertalian di dalam kelompoknya
g)   pelaksana hukuman dan pujian
h)   pelerai bawahannya yang bersengketa
i)     suri teladan bawahannya
j)     lambang suatu kelompok
k)    penanggung jawab
l)     tokoh bapak
m)  kambing hitam
n)   pecinta ideologi bagi kelompoknya
Tanggung jawab pemimpin :
Tanggung jawab seorang pemimpin terdiri dari 2 tahap, yaitu :
a)    kewajiban untuk menyelesaikan tugas
b)   mempertanggungjawabkan kepada atasan atau kepada orang yang mendelegasikan wewenang mengenai hasil yang telah dicapai.






BAB III
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1 Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan gaya demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan. Gaya kepemimpinan demokratis berciri:
Ø  Wewenang pimpinan tidak mutlak
Ø  Pimpinan melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan
Ø  Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
Ø  Kebijakan dibuat bersama antara pimpinan dan bawahan
Ø  Komunikasi berlangsung timbal balik
Ø  Pengawasan dilakukan secara wajar
Ø  Prakarsa datang dari pimpinan maupun bawahan
Ø  Banyak kesempatan bagi bawahan untuk mengeluarkan pendapat
Ø  Tugas diberikan bersifat permintaan
Ø  Pujian dan kritik seimbang
Ø  Pimpinan mendorong prestasi bawahan
Ø  Kesetiaan bawahan secara wajar
Ø  Memperhatikan perasaan bawahan
Ø  Suasana saling percaya, menghormati dan menghargai
Ø  Tanggung jawab dipikul bersama
Berikut bagan yang menjelaskan perbedaan gaya kepemimpinan otoriter dan gaya kepemimpinan demokratis.

Bidang Urusan
Gaya Otoriter
Gaya Demokratis
Pembuat perencanaan
Pemimpin
Pemimpin & kelompok
Pemecah masalah
Pemimpin
Pemimpin & kelompok
Pembuat keputusan
Pemimpin
Pemimpin & kelompok
Arah komunikasi
Ke bawah
Bawah,atas,menyilang
Tanggung jawab
Pemimpin
Pemimpin & kelompok
Tanggung jwb akhir
Pemimpin
Pemimpin
Kepercayaan
Tidak ada
Tinggi
Hubungan
Rendah
Tinggi
Wewenang
Tidak ada
Banyak
Manajemen krisis
Baik
Buruk
Perubahan
Buruk
Baik

Kelebihan dan kekurangan kepemimpinan Demokratis
Kelebihan Kepemimpinan Demokratis
  1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
  2. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
  3. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
  4. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok.
  5. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
  6. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.


Kekurangan Kepemimpinan Demokratis
  1. Proses pengambilan keputusan akan memakan
    waktu yang lebih banyak.
  2. Sulitnya pencapaian kesepakatan.

























BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).




4.2 Saran
Penulis bersedia menerima kritik dan saran yang positif dari pembaca. Penulis akan menerima kritik dan saran tersebut sebagai bahan pertimbangan yang memperbaiki makalah ini di kemudian hari. Semoga makalah berikutnya dapat penulis selesaikan dengan hasil yang lebih baik lagi.
















DAFTAR PUSTAKA























Tidak ada komentar:

Posting Komentar