KATA
PENGANTAR
Segala puji
hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam
selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan
rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah
ini guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Dalam penyusunan tugas atau
materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari
bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi
teratasi.
Makalah ini disusun agar
pembaca dapat memperluas ilmu
pandangan tentang gaya kepemimpinan otoriter, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber
informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai
rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari
luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat
memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada
pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Galuh. Saya sadar bahwa makalah
ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu,
kepada dosen pembimbing saya meminta
masukannya demi perbaikan pembuatan makalah
saya di masa yang akan datang dan mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca.
Ciamis, Januari 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR …...........………………………………………..………………….................………......… i
DAFTAR ISI ………………............………………………………………………………………………..…............ ii
BAB I PENDAHULUAN ……………...........………………………………………………………...............….. 1
1.1
Latar Belakang Penulisan….........…...….........……………………………………................….. 1
1.2
Rumusan Masalah ……………......……...........………...........……………………………….... 2
1.3
Tujuan Penulisan ............................................................................................. 2
1.4
Manfaat Penelitian .............................................................................................
2
BAB II LANDASAN TEORI
........…...............…………..........………………………………………………... . 3
2.1
Pengertian Kepemimpinan
...................................................……………………..….... 3
2.2
Jenis Kepemimpinan
..............................................................................………….. 4
2.3
Ciri Seorang Pemimpin
..........................................................................…………......5
2.4 Fungsi
dan Tanggung Jawab Pemimpin ...................................................................6
BAB III HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
............................................................................7
3.1
Gaya Kepemimpinan Otoriter ..................................................................................7
BAB III SIMPULAN DAN SARAN ……….............………………………………….............………………..… . 10
4.1
Simpulan ……………………………………..…………………………………........................……...... 1O
4.2
Saran …............……………………………………………………………......................………….… 1O
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………..……………...........................…………….…… 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Manusia adalah
makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau
berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok
baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.
Hidup
dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang
harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai.
Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap
insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Manusia
adalah makhluk tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk tuhan lainnya.
Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah &
memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia
seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik.
Tidak
hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun
perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang
berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin
dirinya sendiri.
Dengan
berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik. Khususnya
dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut
kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat
terselesaikan dengan baik.
1.2 Rumusan Masalah
Ada beberapa
masalah yang dapat di rumuskan dari latar belakang masalah yaitu :
a)
Bagaimana gaya kepemimpinan otoriter ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Bahasa Indonesia
1.4 Manfaat
Penelitian
Manfaat dibuatnya
makalah ini adalah :
a)
Mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan kepemimpinan.
b)
Mengetahui adanya berbagai macam tipe kepemimpinan.
c) Mengetahui bagaimana
untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari – hari, baik di lingkungan
keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar
sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang
memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya.
Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa
diantaranya :
a) Menurut Drs.
H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang
kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari
pekerjaannya dalam mencapai tujuan.
b) Menurut Robert
Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk
mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab,
supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan.
c) Menurut Prof.
Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan
mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang
baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima
kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia
sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan.
Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus
bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya.
Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
a) Ing Ngarsa Sung
Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya
pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya.
b) Ing Madya
Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan
berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya.
c) Tut Wuri Handayani
: Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya berani berjalan
di depan dan sanggup bertanggung jawab.
2.2 Jenis-Jenis Kepemimpinan
a)
Gaya
Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
b)
Gaya
Kepemimpinan Demokratis / Democratic
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
c)
Gaya
Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.
2.3 Ciri Seorang Pemimpin
Menjadi
seorang pemimpin tidaklah mudah. Banyak yang mencela walaupun sudah banyak
upaya dilakukan. Tidak hanya orang lain, bahkan oleh anggota timnya sendiri.
Lantas,
seperti apa pemimpin yang baik itu. 10 Ciri pemimpin yang baik berikut akan
memberikan sedikit gambaran kepada Anda semua, bagaimana harapannya seorang
pemimpin akan menjadi lebih baik.
2.4 Fungsi dan Tanggung Jawab Seorang Pemimpin
Fungsi
utama seorang pemimpin menurut Davis Krench dan Richard S.
Krutchfield sebagai berikut :
a) Perencana
b) Pelaksana
c) penyusun kebijakan
d) tenaga ahli
e) wakil kelompok luar
f) pengawas dan pengendali
pertalian-pertalian di dalam kelompoknya
g) pelaksana hukuman dan pujian
h) pelerai bawahannya yang bersengketa
i) suri teladan bawahannya
j) lambang suatu kelompok
k) penanggung jawab
l) tokoh bapak
m) kambing hitam
n) pecinta ideologi bagi kelompoknya
Tanggung
jawab seorang pemimpin terdiri dari 2 tahap, yaitu :
a) kewajiban untuk menyelesaikan tugas
b) mempertanggungjawabkan kepada atasan
atau kepada orang yang mendelegasikan wewenang mengenai hasil yang telah
dicapai.
BAB III
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1 Gaya Kepemimpinan Otoriter
Kepemimpinan otoriter merupakan gaya
kepemimpinan yang paling tua dikenal manusia. Oleh karena itu gaya kepemimpinan
ini menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau sekelompok kecil orang yang
di antara mereka tetap ada seorang yang paling berkuasa. Pemimpin bertindak
sebagai penguasa tunggal.Orang-orang yang dipimpin yang jumlahnya lebih banyak,
merupakan pihak yang dikuasai, yang disebut bawahan atau anak buah.Kedudukan
bawahan semata-mata sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan kehendak
pimpinan.Pemimpin memandang dirinya lebih, dalam segala hal dibandingkan dengan
bawahannya.Kemampuan bawahan selalu dipandang rendah, sehingga dianggap tidak
mampu berbuat sesuatu tanpa perintah.Perintah pemimpin sebagai atasan tidak
boleh dibantah, karena dipandang sebagai satu-satunya yang paling
benar.Pemimpin sebagai penguasa merupakan penentu nasib bawahannya. Oleh karena
itu tidak ada pilihan lain, selain harus tunduk dan patuh di bawah kekuasaan
sang pemimpin. Kekuasaan pimpinan digunakan untuk menekan bawahan, dengan
mempergunakan sanksi atau hukuman sebagai alat utama.Pemimpin menilai
kesuksesannya dari segi timbulnya rasa takut dan kepatuhan yang bersifat kaku.
Kepemimpinan dengan gaya otoriter banyak ditemui dalam pemerintahan Kerajaan
Absolut, sehingga ucapan raja berlaku sebagai undang-undang atau ketentuan
hukum yang mengikat. Di samping itu sering pula terlihat gaya dalam
kepemimpinan pemerintahan diktator sebagaimana terjadi di masa Nazi Jerman
dengan Hitler sebagai pemimpin yang otoriter.
Kelebihan gaya kepemimpinan Diktator :
a) Keputusan dapat diambil secara cepat
b) Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan gaya
kepemimpinan Diktator:
a) Keberhasilan yang dicapai adalah
karena ketakutan bawahan terhadap atasannya dan bukan atas dasar keyakinan
bersama.
b) Disiplin yang terwujud selalu
dibayang-bayangi dengan ketakutan akan hukuman yang keras bahkan pemecatan.
c) Pemimpin yang diktator tidak
menghendaki rapat atau musyawarah.
d) Setiap perbedaan diantara anggota
kelompoknya diartikan sebagai kelicikan, pembangkangan, atau pelanggaran
disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan.
e) Inisiatif dan daya pikir anggota
sangat dibatasi, sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.
f) Pengawasan bagi pemimpin yang
diktator hanyalah berarti mengontrol, apakah segala perintah yang telah
diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya.
g) Mereka melaksanakan inspeksi,
mencari kesalahan dan meneliti orang-orang yang dianggap tidak taat kepada
pemimpin, kemudian orang-orang tersebut diancam dengan hukuman, dipecat, dsb.
Sebaliknya, orang-orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya,
dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan.
h) Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan
sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan
tugas jika tidak ada pengawasan langsung.
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kepemimpinan
secara otokratis adalah kepemimpinan yang cara memimpinnya menganggap
organisasi sebagai miliknya sendiri. Sehingga seorang pemimpin bertindak
sebagai diktator terhadap para anggota organisasinya dan menganggap mereka itu
sebagai bawahannya dan merupakan alat atau mesin, tidak diperlakukan
sebagaimana manusia. Bawahan hanya menurut dan menjalankan perintah atasannya
serta tidak boleh membantah, karena pimpinan tidak mau menerima kritik, saran
dan masukan. Tipe kepemimpinan otokratis adalah kepemimpinan yang
sama dengan tipe otoriter, yang mana dari kepemimpinan ini, bawahan tidak
berhak menyampaikan saran, pendapat, dan kritik. Dalam kepemimpinan ini seorang
pemimpin menganggap dirinya adalah segala-galanya yang memiliki kekuasaan dan
kewenangan atas anak buah sesuai dengan kehendaknya.
Kepemimpinan ini lebih identik
dengan system satu orang yang berkuasa, yang berhak menentukan kebijakan,
berhak dalam mengambil keputusan terhadap suatu permasalahan dalam organisasi.
Kepemimpinan ini hanya dibatasi dengan undang-undang saja.
4.2 Saran
Penulis bersedia menerima kritik dan saran yang positif dari pembaca.
Penulis akan menerima kritik dan saran tersebut sebagai bahan pertimbangan yang
memperbaiki makalah ini di kemudian hari. Semoga makalah berikutnya dapat
penulis selesaikan dengan hasil yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar