Kamis, 11 Agustus 2016

MAKALAH QS AL ANBIYA AYAT 30


KATA PENGANTAR

Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Agama Islam.
Agama  sebagai  sistem  kepercayaan  dalam  kehidupan  umat  manusia  dapat  dikaji  melalui  berbagai  sudut  pandang.  Islam  sebagai  agama  yang  telah  berkembang  selama  empat  belas  abad  lebih  menyimpan  banyak  masalah  yang  perlu  diteliti,  baik  itu  menyangkut  ajaran  dan  pemikiran  keagamaan  maupun  realitas  sosial,  politik,  ekonomi  dan  budaya.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ilmu alam semesta, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Galuh. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Ciamis, 3 Oktober

Penyusun

           
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL   .......................………………........………………………...................……….……   1
KATA PENGANTAR  ...........………………………………………..………………….................………......   2
DAFTAR ISI   ………………............………………………………………………………………………..…............   3

BAB I PENDAHULUAN     ……………...........………………………………………………………...............…..   4
1.1 Latar Belakang Masalah   .....................……………………………………..............…..   4
1.2 Rumusan Masalah     ……………......……...........………...........………………………………....   4
1.3 Tujuan Penulisan       .............................................................................................  4

BAB II PEMBAHASAN    .............................…………..........………………………………………………... . 5
2.1 QS Al Anbiya Ayat 30 Tentang Penciptaan Alam Semesta    ........……………………..…....  5
2.2 Proses Terjadinya Alam Semesta Menurut Al Quran dan Hasil Riset   ............…………..  6
2.3 Pembuktian Bahwa Alam Semesta Ada Yang Menciptakan    ............……………………......9


BAB III SIMPULAN DAN SARAN   ……….............………………………………….............………………..… 10
3.1 Simpulan  ……………………………………..…………………………………........................……… 10
3.2 Saran-saran   ………………………………………………………………......................………….… 10

DAFTAR PUSTAKA  …………………………………………………..……………........................………………… 11

BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang Masalah
Allah menurunkan Kitab Suci Al Qur’an bagi manusia. Al Qur’an memberikan informasi paling akurat tentang segala hal. Karena setiap yang tercantum di dalam Al Qur’an merupakan Firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Perkasa. Namun, ketika Al Qur’an diturunkan, ilmu pengetahuan dan teknologi masih belum secanggih sekarang. Bahkan, hingga saat ini, tak seorang pun mampu membuat penelitian mengenai semua hal-hal yang tercantum dalam Alqur’an. Meskipun demikian, saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi telah sangat maju. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan seluruhnya sesuai dengan yang tercantum dalam Alqur’an. Alqur’an mengabarkan pada kita bahwa langit dan bumi –alam semesta- dahulu merupakan satu kesatuan, tapi kemudian Allah memisahkannya. Dalam Alqur’an, fakta ilmiah ini digambarkan pada Surat Al Anbiya’ : 30.


1.2         Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut maka penyusun dapat merumuskan suatu masalah, yaitu :
a.    Bagaimana proses terjadinya alam semesta ?
b.    Apa buktinya kalau alam semesta ada yang menciptakan ?


1.3         Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pendidikan Agama Islam


BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Q.S AL-ANBIYA Ayat 30 Tentang Penciptaan Alam Semesta


Artinya “Dan  apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduannya dulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduannya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman.”


Mari kita cermati ayat tersebut:
  • Kata “langit” meliputi seluruh penjuru langit, termasuk ruang angkasa.
  • Pernyataan “langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang padu” menggambarkan segala sesuatu di alam semesta ini dahulunya bersatu padu.
Akhirnya, pernyataan ”kemudian Kami pisahkan antara keduanya” menjelaskan bahwa alam semesta menjadi berkeping-keping dengan adanya suatu ledakan.
Contoh ini membuktikan dua fakta penting:
  • Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
  • Berita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan.
Kita lihat bahwa Allah menciptakan alam semesta ini dari ketiadaan. Kini, bersiaplah untuk mulain menjelajahi alam semesta, yang menunjukkan betapa Tak Terbatasnya Pengetahuan dan Kekuatan Allah.



2.2   Proses Terjadinya Alam Semesta Menurut Al-Quran dan Hasil Riset
          Banyak terdapat penjelasan tentang proses terbentuknya langit dan bumi di dalam Al Qur’an, salah satunya: “Dan sumgguh, kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa letih sedikitpun.” (Qs. Qaf: 38).
Dari ayat di atas sudah dapat dipahami bahwa pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya ialah Allah proses penciptaan tersebut terjadi selama enam masa, namun sebenarnya banyak yang berbeda pendapat dalam menafsirkannya mulai dari enam hari, enam masa, enam periode, dan enam tahapan. Satu hari bukan berarti 24 jam, dalam Al Qur’an pun diumpamakan secara berbeda-beda, ada yang 1.000 tahun (Qs. Al Hajj: 47) dan 50.000 tahun (Qs. Al-Ma’arij: 4), belum ada penafsiran pasti tentang itu.
Dalam Qs. An-Nazi’at:27-33, para ahli mengambil kesimpulan bahwa proses penciptaan langit dan bumi terjadi dalam enam masa atau enam periode, urutan masa tersebut sesuai dengan urutan ayatnya, yang artinya sebagai berikut:
“Apakah penciptaanmu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? [27], Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyemperunakannya [28], dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang) [29], dan setelah itu bumi Dia hamparkan [30], darinya Dia pancarkan mata air dan (ditumbuhkan) tumbuhan-tumbuhannya [31], dan gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh [32], (semua itu) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu. [33]”. (Qs. An-Nazi’at: 27-33).






Description: big_bang1
The Big Bang Theory
Masa Pertama (Qs. An-Nazi’at: 27) 
Pada masa atau periode ini, alam semesta pertama kali terbentuk dari ledakan besar yang disebut Big Bang, ledakan besar tersebut sebagai awal lahirnya ruang dan waktu, termasuk materi.
Dari ledakan besar tersebut terbentuklah awan debu atau dunkhan, ketika dunkhan berkondensasi sambil berputar dan memadat disitu terbentuk unsur hidrogen, saat temperature dunkhan mencapai 20 juta derajat selsius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen, lalu sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar infra-red.
Masa Kedua (Qs. An-Nazi’at:28)
Ayat ini menerangkan tentang proses pengembangan dan penyempurnaan, dalam ayat ini terdapat kata “meninggikan bangunan” yang memberi pengertian bahwa alam semester mengembang, galaksi-galaksi saling menjauh dan langit makin tinggi, sedangkan kata “menyempurnakan” memiliki arti bahwa alam ini tidak semata mata terbentuk, melainkan sebuah proses evolutif atau bertahap.
Masa ketiga (Qs. An-Nazi’at: 29)
Di ayat tersebut terdapat kalimat “Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)” Masa ini adalah dimana terbentuknya matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berotasi sehingga terjadi siang dan malam.

Masa keempat (Qs. An-Nazi’at: 30)
Pada masa ini daratan bumi muncul, dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet diantaranya adalah Bumu. Penghamparan yang dimaksudkan adalah pembentukan superkontinen pangaea di permukaan Bumi. Ketika bumi baru terbentuk belum ada daratan yang ada hanyalah batuan-batuan yang berpijar dengan suhu ratusan derajat selsius.
Description: comet-hartley-2-earth-ocean
hidrogen yang terdapat pada komet bereaksi dengan unsur-unsur yang ada dibumi kemudian menjadi uap dan turun sebagai hujan (space)
Masa kelima (QS.An-Nazi’at:31)
Dalam ayat 31 ini menunjukan bahwa dimana terjadi evolusi bumi dari tidak ada air menjadi ada air, air tersebut berasal dari komet yang menghantam bumi, hydrogen yang terdapat pada komet berekasi dengan unsur-unsur yang terdapat di bumi dan terbentuk uap air, uang air ini kemudian turun sebagai hujan. Bukti air berasal dari komet ialah rasio deuterium dan hidrogen pada air laut sama dengan rasio pada komet, semua kehidupan berasal dari air, setelah air muncul kehidupan seperti tumbuhan-tumbuhan pun bermunculan.
Masa keenam (Qs. An-Nazi’at: 32-33)
Gunung-gunung dipancangkan artinya, gunung terbentuk setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan. Gunung memiliki akar di dalam tanah atau bisa disebut juga pasak, fungsi gunung ialah menyetabilkan kerak bumi mencegah goyangnya tanah. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat 33, setelah terbentuknya gunung, terciptalah hewan dan manusia.(T/roy/R02)



2.3   Pembuktian Bahwa Alam Semesta Ada Yang Menciptakan
  • Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
  • Berita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan. Jika kita beriman pasti kita percaya bahwa Allah lah yang menciptakan semua alam semesta ini
  • Dan banyak pula Quran Surat yang meyakinkan bahwa alloh yang menciptakan seluruh alam semesta ini seperti QS Al-Anbiya ayat 30, QS Huud  ayat 7, QS Qaff ayat 38























BAB III PENUTUP

3.1         Kesimpulan
Bermilyar-milyar tahun yang lalu, alam semesta terjadi setelah adanya suatu ledakan. Pecahan yang jumlahnya amat banyak pun muncul bersama dengan ledakan ini. Bagian pecahan tersebut saling menjauh dan berhamburan, sebagaimana butiran kecil tanah yang berhamburan tadi. Akhirnya terbentuklah alam semesta dengan segala isinya.
Ledakan tersebut, yang merupakan awal dari penciptaan alam semesta oleh Allah, kemudian disebut Big Bang. Ketika ledakan raksasa ini terjadi, alam semesta mulai tumbuh dan mengembang terus-menerus hingga sekarang.
Semua ini adalah bukti kekuatan Allah yang tak terbatas. Bahkan jika semua orang di dunia ini berkumpul bersama, mereka tak akan pernah bisa sekalipun membuat tiruan terburuk alam semesta. Bahkan jika semua bahan yang ada di bumi dikumpulkan, tetap saja manusia tidak mampu meniru ledakan sedahsyat Big Bang. Segala kekuatan adalah milik Allah Yang Menciptakan segala sesuatu.

3.2         Saran
Penulis bersedia menerima kritik dan saran yang positif dari pembaca. Penulis akan menerima kritik dan saran tersebut sebagai bahan pertimbangan yang memperbaiki makalah ini di kemudian hari. Semoga makalah berikutnya dapat penulis selesaikan dengan hasil yang lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA

        QS AL ANBIYA AYAT 30 TENTANG PENCIPTAAN ALAM SEMESTA
        (https://id.wikipedia.org)
        (https://google.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar