KATA PENGANTAR
Segala
puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan
salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat
limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan
tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Agama Islam.
Agama
sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan
umat manusia dapat dikaji melalui berbagai
sudut pandang. Islam sebagai agama yang
telah berkembang selama empat belas abad
lebih menyimpan banyak masalah yang perlu
diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan
pemikiran keagamaan maupun realitas sosial,
politik, ekonomi dan budaya.
Dalam
penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.
Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain
berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala
yang penulis hadapi teratasi.
Makalah
ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang ilmu alam semesta, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber
informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang
dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah
akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Galuh. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jau dari
sempurna. Untuk itu, kepada dosen pembimbing saya
meminta masukannya demi perbaikan pembuatan
makalah saya di masa yang akan datang dan
mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.
Ciamis, 3 Oktober
Penyusun
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ............…...........………………........………………………..….................……….…… 1
KATA PENGANTAR …...........………………………………………..………………….................………......… 2
DAFTAR ISI ………………............………………………………………………………………………..…............ 3
BAB I PENDAHULUAN ……………...........………………………………………………………...............….. 4
1.1
Latar Belakang Masalah ….........…...….........……………………………………..............….. 4
1.2
Rumusan Masalah ……………......……...........………...........……………………………….... 4
1.3
Tujuan Penulisan ............................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN
........….....................…………..........………………………………………………... . 5
2.1
QS Al Anbiya Ayat 30 Tentang Penciptaan Alam Semesta ........……………………..….... 5
2.2
Proses Terjadinya Alam Semesta Menurut Al Quran dan Hasil
Riset ............………….. 6
2.3
Pembuktian Bahwa Alam Semesta Ada Yang Menciptakan ............……………………......9
BAB III SIMPULAN DAN SARAN ……….............………………………………….............………………..… 10
3.1
Simpulan ……………………………………..…………………………………........................……… 10
3.2
Saran-saran ………………………………………………………………......................………….… 10
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………..……………........................………………… 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Allah menurunkan
Kitab Suci Al Qur’an bagi manusia. Al Qur’an memberikan informasi paling akurat
tentang segala hal. Karena setiap yang tercantum di dalam Al Qur’an merupakan
Firman Allah Yang Maha Agung dan Maha Perkasa. Namun, ketika Al Qur’an
diturunkan, ilmu pengetahuan dan teknologi masih belum secanggih sekarang.
Bahkan, hingga saat ini, tak seorang pun mampu membuat penelitian mengenai
semua hal-hal yang tercantum dalam Alqur’an. Meskipun demikian, saat ini ilmu
pengetahuan dan teknologi telah sangat maju. Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan
seluruhnya sesuai dengan yang tercantum dalam Alqur’an. Alqur’an mengabarkan
pada kita bahwa langit dan bumi –alam semesta- dahulu merupakan satu kesatuan,
tapi kemudian Allah memisahkannya. Dalam Alqur’an, fakta ilmiah ini digambarkan
pada Surat Al Anbiya’ : 30.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang
masalah tersebut maka penyusun dapat merumuskan suatu masalah, yaitu :
a. Bagaimana
proses terjadinya alam semesta ?
b. Apa
buktinya kalau alam semesta ada yang menciptakan ?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan
makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Pendidikan
Agama Islam
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Q.S
AL-ANBIYA Ayat 30 Tentang Penciptaan Alam Semesta

Artinya “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui
bahwasanya langit dan bumi itu keduannya dulu adalah suatu yang padu, kemudian
kami pisahkan antara keduannya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang
hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman.”
Mari kita
cermati ayat tersebut:
- Kata “langit” meliputi seluruh penjuru langit, termasuk ruang angkasa.
- Pernyataan “langit dan bumi itu dahulunya adalah sesuatu yang padu” menggambarkan segala sesuatu di alam semesta ini dahulunya bersatu padu.
Akhirnya,
pernyataan ”kemudian Kami pisahkan antara keduanya” menjelaskan bahwa alam
semesta menjadi berkeping-keping dengan adanya suatu ledakan.
Contoh ini
membuktikan dua fakta penting:
- Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
- Berita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan.
Kita lihat
bahwa Allah menciptakan alam semesta ini dari ketiadaan. Kini, bersiaplah untuk
mulain menjelajahi alam semesta, yang menunjukkan betapa Tak Terbatasnya
Pengetahuan dan Kekuatan Allah.
2.2 Proses Terjadinya Alam Semesta Menurut Al-Quran dan
Hasil Riset
Banyak
terdapat penjelasan tentang proses terbentuknya langit dan bumi di dalam Al
Qur’an, salah satunya: “Dan sumgguh, kami telah menciptakan langit dan bumi
dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami tidak merasa letih
sedikitpun.” (Qs. Qaf: 38).
Dari ayat di
atas sudah dapat dipahami bahwa pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya
ialah Allah proses penciptaan tersebut terjadi selama enam masa, namun
sebenarnya banyak yang berbeda pendapat dalam menafsirkannya mulai dari enam
hari, enam masa, enam periode, dan enam tahapan. Satu hari bukan berarti 24
jam, dalam Al Qur’an pun diumpamakan secara berbeda-beda, ada yang 1.000 tahun
(Qs. Al Hajj: 47) dan 50.000 tahun (Qs. Al-Ma’arij: 4), belum ada penafsiran
pasti tentang itu.
Dalam Qs.
An-Nazi’at:27-33, para ahli mengambil kesimpulan bahwa proses penciptaan langit
dan bumi terjadi dalam enam masa atau enam periode, urutan masa tersebut sesuai
dengan urutan ayatnya, yang artinya sebagai berikut:
“Apakah penciptaanmu yang lebih hebat ataukah langit yang telah
dibangun-Nya? [27], Dia telah meninggikan bangunannya lalu menyemperunakannya
[28], dan Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya
(terang benderang) [29], dan setelah itu bumi Dia hamparkan [30], darinya Dia
pancarkan mata air dan (ditumbuhkan) tumbuhan-tumbuhannya [31], dan
gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh [32], (semua itu) untuk kesenanganmu
dan hewan-hewan ternakmu. [33]”. (Qs.
An-Nazi’at: 27-33).
The Big Bang
Theory
Masa Pertama (Qs. An-Nazi’at: 27)
Pada masa atau periode ini, alam semesta pertama kali
terbentuk dari ledakan besar yang disebut Big Bang, ledakan besar tersebut sebagai awal lahirnya ruang dan
waktu, termasuk materi.
Dari ledakan besar tersebut terbentuklah awan debu
atau dunkhan, ketika dunkhan berkondensasi sambil berputar
dan memadat disitu terbentuk unsur hidrogen, saat temperature dunkhan mencapai 20 juta derajat
selsius, terbentuklah helium dari reaksi inti sebagian atom hidrogen, lalu
sebagian hidrogen yang lain berubah menjadi energi berupa pancaran sinar
infra-red.
Masa Kedua (Qs. An-Nazi’at:28)
Ayat ini menerangkan tentang proses pengembangan dan
penyempurnaan, dalam ayat ini terdapat kata “meninggikan bangunan” yang memberi
pengertian bahwa alam semester mengembang, galaksi-galaksi saling menjauh dan
langit makin tinggi, sedangkan kata “menyempurnakan” memiliki arti bahwa alam
ini tidak semata mata terbentuk, melainkan sebuah proses evolutif atau
bertahap.
Masa ketiga (Qs. An-Nazi’at: 29)
Di ayat tersebut terdapat kalimat “Dia menjadikan
malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang)” Masa ini
adalah dimana terbentuknya matahari sebagai sumber cahaya dan bumi berotasi
sehingga terjadi siang dan malam.
Masa keempat (Qs. An-Nazi’at: 30)
Pada masa ini daratan bumi muncul, dahulu kala terjadi
tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa
matahari terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet diantaranya
adalah Bumu. Penghamparan yang dimaksudkan adalah pembentukan superkontinen
pangaea di permukaan Bumi. Ketika bumi baru terbentuk belum ada daratan yang
ada hanyalah batuan-batuan yang berpijar dengan suhu ratusan derajat selsius.
hidrogen yang terdapat pada komet bereaksi dengan
unsur-unsur yang ada dibumi kemudian menjadi uap dan turun sebagai hujan (space)
Masa kelima (QS.An-Nazi’at:31)
Dalam ayat 31 ini menunjukan bahwa dimana terjadi
evolusi bumi dari tidak ada air menjadi ada air, air tersebut berasal dari
komet yang menghantam bumi, hydrogen yang terdapat pada komet berekasi dengan
unsur-unsur yang terdapat di bumi dan terbentuk uap air, uang air ini kemudian
turun sebagai hujan. Bukti air berasal dari komet ialah rasio deuterium dan
hidrogen pada air laut sama dengan rasio pada komet, semua kehidupan berasal
dari air, setelah air muncul kehidupan seperti tumbuhan-tumbuhan pun
bermunculan.
Masa keenam (Qs. An-Nazi’at: 32-33)
Gunung-gunung dipancangkan artinya, gunung terbentuk
setelah penciptaan daratan, pembentukan air dan munculnya tumbuhan. Gunung
memiliki akar di dalam tanah atau bisa disebut juga pasak, fungsi gunung ialah
menyetabilkan kerak bumi mencegah goyangnya tanah. Sebagaimana yang disebutkan
dalam ayat 33, setelah terbentuknya gunung, terciptalah hewan dan
manusia.(T/roy/R02)
2.3 Pembuktian Bahwa Alam Semesta Ada Yang
Menciptakan
- Alqur’an adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah.
- Berita yang diberikan oleh Alqur’an adalah yang paling benar. Karena Allah, Yang menciptakan alam semesta ini menurunkan Alqur’an, sedangkan Allah yang paling tahu apa yang telah Dia ciptakan. Jika kita beriman pasti kita percaya bahwa Allah lah yang menciptakan semua alam semesta ini
- Dan banyak pula Quran Surat yang meyakinkan bahwa alloh yang menciptakan seluruh alam semesta ini seperti QS Al-Anbiya ayat 30, QS Huud ayat 7, QS Qaff ayat 38
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Bermilyar-milyar
tahun yang lalu, alam semesta terjadi setelah adanya suatu ledakan. Pecahan
yang jumlahnya amat banyak pun muncul bersama dengan ledakan ini. Bagian
pecahan tersebut saling menjauh dan berhamburan, sebagaimana butiran kecil
tanah yang berhamburan tadi. Akhirnya terbentuklah alam semesta dengan segala
isinya.
Ledakan
tersebut, yang merupakan awal dari penciptaan alam semesta oleh Allah, kemudian
disebut Big Bang. Ketika ledakan raksasa ini terjadi, alam semesta mulai tumbuh
dan mengembang terus-menerus hingga sekarang.
Semua ini
adalah bukti kekuatan Allah yang tak terbatas. Bahkan jika semua orang di dunia
ini berkumpul bersama, mereka tak akan pernah bisa sekalipun membuat tiruan
terburuk alam semesta. Bahkan jika semua bahan yang ada di bumi dikumpulkan,
tetap saja manusia tidak mampu meniru ledakan sedahsyat Big Bang. Segala
kekuatan adalah milik Allah Yang Menciptakan segala sesuatu.
3.2 Saran
Penulis bersedia
menerima kritik dan saran yang positif dari pembaca. Penulis akan menerima
kritik dan saran tersebut sebagai bahan pertimbangan yang memperbaiki makalah
ini di kemudian hari. Semoga makalah berikutnya dapat penulis selesaikan dengan
hasil yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
QS AL ANBIYA AYAT 30 TENTANG PENCIPTAAN
ALAM SEMESTA
(https://id.wikipedia.org)
(https://google.com)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar